BONJOUR...... :)
Saya adalah seorang mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta jurusan Manajemen S1 semester 2. Umumnya semua orang pasti punya cita-cita, tak terkecuali saya. Saya mempunyai cita-cita menjadi pengusaha yang sukses dalam segala bidang, baik itu dalam hal pemasaran produk, keuangan, sumber daya manusia dll. Maka dari itu saya mengambil jurusan manajemen, di manajemen saya tidak hanya mempelajari tentang manajemen saja tetapi mencakup semua tentang hal-hal bisnis. Seperti halnya saya mempelajari tentang ekonomi bisnis, akuntansi, ekonomi makro, matematika bisnis dan statistika.
Manajer itu harus menguasai semua materi tentang ekonomi dan bisnis.Ttugas seorang manajer yaitu planing, organizing, actuating dan controling. Itu semua harus dimiliki oleh seorang pembisnis terutama seorang manajer. Dengan tuntutan yang sedemikina rupa maka dari itu saya mengambil jurusan manajer. Agar cita-cita dan target saya dapat tercapai, maka saya harus fokus, serius dalam menuntut ilmu, yang paling penting yaitu belajar dan berdoa. Belajar dan berdoa itu merupakan kunci yang paling utama. Belajar tidak harus secara formal tetapi ilmu juga dapat diperoleh dari sebuah pengalaman dan lingkungan yang ada di sekitar kita.
Target saya untuk sekarang ini adalah mengambil jurusan manajemen pemasaran dan lulus atau wisuda dengan IPK yang bagus dengan waktu singkat. Mengapa saya ingin masuk Manajemen Pemasaran? itu karena menurut saya menjadi seorang pengusaha atau pembisnis, keterampilan dasar yang harus dimiliki yaitu dapat memasarkan produk yang dimiliki. Dengan cara itu kita dapat memasarkan dan mempromosikan produk semaksimal mungkin dan menghasilkan keuntungan yang banyak.
Senin, 21 April 2014
Tentang Saya....
Arina Mana Sikana, lahir di Kebumen tanggal 29 Januari 1994. Putri dari Bapak H. Kharir Siregar dan Hj. Ismiwati. Anak pertama dari 4 bersaudara dan mempunyai adik yang bernama Rifqi Abbas (3 SMA), Anik Farikhak (1 SMP) dan A. Akim Missolah (4 SD). Saya sekarang kuliah di Universitas Yogyakarta jurusan Manajemn S1 semester 2. Dulu waktu kecil saya sekolah di SD N 2 Bandung, setelah menamatkan SD dengan nilai yang memuaskan, saya di sarankan oleh orang tua dan saudara-saudara untuk masuk di SMP paling favorit di Kota Kebumen yaitu SMP N 1 Kebumen. Pada saat itu saya sama sekali tidak PD untuk mendaftar di sekolah tersebut karena saingan yang begitu ketat. Saya pun mendaftar dengan penuh pesimis, tetapi takdir berkata lain pada saat pengumuman saya pun diterima di SMP N 1 Kebumen. Saya merasa heran dan senang karena bisa lolos seleksi. Saya menamatkan SMP tahun 2010 dan saya mendaftar di SMA favorit tetapi saya tidak lolos seleksi tahap akhir. Akhirnya saya masuk di SMA N 2 Kebumen, mungkin memang takdir saya untuk di SMA tersebut. Saya bersyukur dapat masuk di sana karena disana saya mendapatkan banyak teman dan sahabat yang begitu baik dan begitu perhatian. Setelah Saya lulus di SMA N 2 Kebumen, saya kuliah di UTY.
Saya memilih jurusan Manajemen karena itu memang minat saya dari awal kelas 12 untuk dapat meneruskan dan mengembangkan usaha orang tua. Padahal waktu itu saya merupakan siswa kelas 12 jurusan IPA. Bapak juga mendukung dengan apa yang saya inginkan. Sebelum saya mendaftar ke UTY saya mendaftar SNPTN, UNS jurusan Biologi dan IPB jurusan manajemen, karena saya tidak lolo maka saya mengikuti SBMPTN dan saya mengambil program IPC (alih jurusan dari IPA ke IPS). Saya ambil UNY manajemen dan UNS biologi. Karena tidak lolos juga akhirnya saya mendaftar di UTY, dan saya tidak menyesal untuk menuntut ilmu di UTY karena disini juga ilmu yang diberikan juga tidak kalah sempurna dan bagus dengan PTN yang ada. Karena UTY juga saya bertemu dengan orang-orang hebat dan sahabat-sahabat yang supeeeeerrrr baik baik baik..... Mereka adalah Wilda, Rizky, Fani, Astri, Panji dan masiihhh banyak lagi.
Oke FIXXXXX..... Sekarang Arin Harus dan Wajib Bersyukur dengan apa yang di berikan Alloh.
Saya memilih jurusan Manajemen karena itu memang minat saya dari awal kelas 12 untuk dapat meneruskan dan mengembangkan usaha orang tua. Padahal waktu itu saya merupakan siswa kelas 12 jurusan IPA. Bapak juga mendukung dengan apa yang saya inginkan. Sebelum saya mendaftar ke UTY saya mendaftar SNPTN, UNS jurusan Biologi dan IPB jurusan manajemen, karena saya tidak lolo maka saya mengikuti SBMPTN dan saya mengambil program IPC (alih jurusan dari IPA ke IPS). Saya ambil UNY manajemen dan UNS biologi. Karena tidak lolos juga akhirnya saya mendaftar di UTY, dan saya tidak menyesal untuk menuntut ilmu di UTY karena disini juga ilmu yang diberikan juga tidak kalah sempurna dan bagus dengan PTN yang ada. Karena UTY juga saya bertemu dengan orang-orang hebat dan sahabat-sahabat yang supeeeeerrrr baik baik baik..... Mereka adalah Wilda, Rizky, Fani, Astri, Panji dan masiihhh banyak lagi.
Oke FIXXXXX..... Sekarang Arin Harus dan Wajib Bersyukur dengan apa yang di berikan Alloh.
Rabu, 04 Mei 2011
LAPORAN LENSA
A.
Tujuan
1. Mengamati
pembentukan bayangan pada lensa cembung dan lensa cekung
2. Membuat
grafik hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan(s’)
3. Menentukan
jarak titik api lensa (f) berdasarkan grafik
4. Menentukan
jarak focus lensa cembung dan lensa cekung (f) berdasarkan pengolahan data
hasil
B.
Dasar Teori
Lensa adalah benda
bening yang dibatasi oleh dua bidang bias.
Ada 2 jenis lensa yaitu:
1) Lensa Cembung (konveks)
Lensa cembung
adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagianpinggirnya.Lensa
cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap),
lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung
cekung).Lensa cembung disebut juga lensa positif karena jarak fokusnya (f)
selalu bertanda positif.. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan
cahaya (konvergen).Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai
permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik.
Lensa cembung terdiri atas 3
macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap), lensa plankonveks (cembung
datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung).
Sinar-sinar istimewa pada lensa
cembung
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan menuju titik
fokus
2. Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu
utama
3. Sinar datang melalui titik pusat lensa diteruskan (tanpa
dibiaskan)
2) Lensa Cekung
Lensa cekung adalah
lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya.Lensa cekung
ada 3 macam bentuk yaitu lensa bikonkaf (cekung rangkap), lensa plankonfaf
(cekung datar) dan lensa konveks konkaf (cekung cembung).Lensa cekung disebut
juga lensa negatif. Lensa cekung memiliki sifat dapat menyebarkan cahaya
(divergen) Lensa cekung disebut lensa divergen karena dapat memancarkan berkas
sinar cahaya yang sejajar sumbu utama dan seolah-olah berasal dari satu titik
di depan lensa. Apabila seberkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan
lensa cekung, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan menyebar seolah-olah
berasal dari satu titik
Tiga sinar istimewa pada lensa
cekung
- Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif F1
- Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama
- Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan
Rumus Lensa
1/f = 1/S + 1/S’
M = S / S’= h / h’
P = 1 / f
Keterangan:
S = jarak benda (m)
S’ = jarak bayangan (m)
f = jarak fokus (m)
M = Perbesaran linier bayangan
P = Kuat lensa (dioptri)
1/f = 1/S + 1/S’
M = S / S’= h / h’
P = 1 / f
Keterangan:
S = jarak benda (m)
S’ = jarak bayangan (m)
f = jarak fokus (m)
M = Perbesaran linier bayangan
P = Kuat lensa (dioptri)
Rumus-rumus di atas dipergunakan dengan ketenuan sebagai berikut.
1). Jarak fokus lensa bernilai:
a). positif untuk lensa cembung, karena lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya.
b). negatif untuk lensa cekung. karena lensa cekung bersifat menyebarkan cahaya.
2). Untuk benda dan bayangan nyata, nilai So, Si, ho dan hi bernilai positif.
3). Untuk benda dan bayangan maya, nilai So, Si, ho dan hi bernilai negatif.
4). Untuk perbesaran bayangan maya dan tegak, nilai M positif
5). Untuk perbesaran bayangan nyata dan terbalik, nilai M negatif.
C.
Alat
1. Lensa
cembung
2. Lensa
cekung
3. lampu
lilin (sebagai benda)
4. Mistar
5. Bangku
optic
6. Korek
D.
Langkah kerja
1.
leakan
lilin, lensa dan ayar pada bangku optic serta susun alat-alat tersebu epert
gambar
leakan
lilin, lensa dan ayar pada bangku optic serta susun alat-alat tersebu epert
gambar
2. Gesekan
layar atau kensa kekiri atau ke kanan sehingga diperleh baangan lilin yang
paling jelas atau focus
3. Ukur
an catat jarak benda (S) yaitu arak
lilin ke lensa dan jarak bayangan (si), yaitu jarak lilin ke layar
4. Ulangi
langkah 2 dan 3 sebanyak delapan kali dengan jarak benda yang berbeda-beda.
5. Masukan
semua data kedalam table hasil pengamatan
E.
Data pengamatan
|
No
|
S
(cm)
|
S’
(cm)
|
1/S
(cm)
|
1/S
+ 1/S’
|
1/f
|
f
|
Sifat
bayangan
|
|
1
|
20
|
20
|
0,05
|
0,05 + 0,05
|
0,1
|
10
|
Nyata,terbalik,
sama besar
|
|
2
|
25
|
16
|
0,04
|
0,04 +0,063
|
0,102
|
9.75
|
Nyata,terbalik,dan
diperkecil
|
|
3
|
30
|
14
|
0,03
|
0,03 + 0,071
|
0,104
|
9,54
|
Nyata,terbalik,dan
diperkecil
|
|
4
|
35
|
13
|
0,028
|
0,028 + 0,07
|
0,105
|
9,47
|
Nyata,terbalik,dan
diperkecil
|
|
5
|
40
|
12
|
0,025
|
0,025+0,083
|
0,108
|
9,23
|
Nyata,terbalik,dan
diperkecil
|
|
6
|
60
|
11
|
0,016
|
0,016+0,009
|
0,107
|
9,29
|
Nyata,terbalik,dan
diperkecil
|
|
7
|
70
|
10
|
0,014
|
0,014+0,1
|
0,114
|
8,75
|
Nyata,terbalik,dan
diperkecil
|
|
8
|
80
|
9
|
0,0125
|
0,0125+0,11
|
0,123
|
8,08
|
Nyata,terbalik,dandiperkecil
|
|
No
|
h
|
h’
|
S
|
S’
|
1/S
|
1/S’
|
1/S
+ 1/S’
|
1/f
|
f
|
Sifat
bayangan
|
|
1
|
4
|
1
|
10
|
2.5
|
0,1
|
-0.4
|
0.1-0.4
|
-0.3
|
-3.3
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
2
|
3
|
0,7
|
15
|
3.5
|
0.06
|
-0.28
|
0.06-0.28
|
-0.22
|
-4.5
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
3
|
5
|
1
|
20
|
4
|
0.05
|
-0.25
|
0.05-0.25
|
-0.2
|
-5
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
4
|
3
|
0.4
|
25
|
3.3
|
0.04
|
-0.30
|
0.04-0.30
|
-0.26
|
-3.84
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
5
|
7
|
0.8
|
30
|
3.5
|
0,03
|
-0.28
|
0.03-0.28
|
-0.25
|
-4
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
6
|
3
|
0.2
|
35
|
2.3
|
0.028
|
-0.43
|
0.028-0.43
|
-0.41
|
-2.43
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
7
|
7
|
0.5
|
40
|
2.8
|
0.025
|
-0.35
|
0.025-0.35
|
-0.33
|
-3.03
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
|
8
|
4
|
0.2
|
50
|
2.5
|
0.02
|
-0.4
|
0.02-0.4
|
0.38
|
-2.63
|
Maya tegak dan
diperkecil
|
Gambar
grafik hubungan anara 1/S dan 1/S’
Analisis
grafik :
Dari
grafik hubugan 1/S dan 1/S’ dia atas dapat diketahui bahwa semakin besar jarak
benda ke lensa maka semakin kecil nilai S’ maka ( 1/S berbanding terbalik
dengan 1/S’) pada lensa cembung S’ bernilai positif
Dari
grafik hubungan 1/S dan 1/S’ pada lensa cekung diatas dapat diketahiu bahwa
grafik hubungan naik turun. Artinya jika 1/S naiknya besar , maka 1/S’ bernilai
kecil atau lebih besar ( nilai S’ selalu negative karena sifat bayanganya maya)
F.
Pembahasan
Dalam
praktikum ini , dilakuakn dua kali percobaan yaitu percobaan pada lensa cembung
dan pada lensa cekung
pada
lensa cembung dilakukan delapan variasi data dengan jarak yang berbeda beda dan
dari variasi data tersebut akan ditemukan jarak bayang anatau S’. jarak
bayangan diukur dari lensa ke layar yang
menangkap cahaya. setelah menemukan jarak bayangan maka dilakukan penghitungan
titik focus (f)dengan rumus :
1/f = 1/S + 1/S’
dengan ketentuan :
dengan ketentuan :
S
= bernilai psitif
S’
= bernilai positif dikarenakan bayangan bersifat nyata yang berada dibelakang
lensa
f
= bernilai positif karena lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya
Dengan
penerapan rumus tersebut maka diperoleh titik focus dengan sifat bayangan nyata
dan terbalik semakin jauh lensa dari benda maka bayangan akan diperkecil dan
semakin dekat maka bayangan akan diperbesar bahkan dapat bersifat maya.Pada
praktikum ini titik focus yang dihasilkan antara delapan varias tidak sama (
tidak akurat) factor-faktor yang mempengarui ketidak aakuratan hasil yaitu
·
kurang
akurat dalam pengukuran
·
dalam lensa cembung tidak mendapatkan
bayangn yang focus
·
kerusakan alat (missal lensa)
·
kurang akurat dalam penghitungan data
·
terdapat cahaya yang terang sehingga
tidak mendapatkan bayangan yang focus
kemudian
percobaan kedua dilakuakn dengan lensa cekung. pada percobaan ini selain jarak
benda(S) tinggi dari benda (h) dan
tinggi dari bayangan benda(h’) juga
diukur , ketiga data tersebut digunakan untuk perhitungan besarnya jarak
bayangan dengan rumus:
M = S / S’= h / h’
dengan
penerapan rumus tersebut maka akan diperoleh besarnya jarak bayangan (S’).
selanjutya dilakukan perhitungan titik focus :
1/f = 1/S + 1/S’
dengan
ketentuan pada lensa cekung :
S
= bernilai positif
S’
= bernilai negative karena bayangan yang terbentuk yaitu maya dan bayangan
selalu berada di depan lensa cekung
f
= bernilai negative karena Lensa cekung memiliki sifat dapat menyebarkan
cahaya (divergen)
Pada percobaan
kami terdapat kekeliruan dalam perhtungan f dimana (S’) yanag digunakan
bernilai positif seharuya bernilai negative .bayangan yang dibentuk lensa
cekung selalu berada di depan lensa dan sifat bayanganya selalu maya tegak dan
diperkecil
G.
Diskusi pertanyaan
1. Mengapa
percobaan dilakukan dengan elapan kali variasi data?
percobaan dilakukan dengan delapan kali
variasi data dengan tujuan agar dapat diperoleh hasil data yang lebih akurat
dan menghasilkan jarak titik focus yang lebih tepat dengan semakin banyak data
variasi yang didapatkan kita akan mendapatkan keakuratan data yang maksimal
2. Apakah
kelima hasil perhitungan jarak focus lensa (f) menghasilkan angka yang sama
persis ? kalau tidak mengapa terjadi demikian
( kesalahan percoban dapat diakibatkan
oleh factor alat dan factor praktikan, uraikan kemungkinan – kemungkina
kesalahan alat dan keslahan praktikan )
Dari hasil percobaan kami memang hasil
perhitungan titik focus tidak sama hanya terpaut selisih sedikit mungkin itu
disebabkan karena
·
kurang akurat dalam pengukuran
·
dalam lensa cembung tidak mendapatkan
bayangn yang focus
·
kerusakan alt (missal lensa)
·
kurang akurat dalam penghitungan data
·
terdapat cahaya yang terang sehingga
tidak mendapatkan bayangan yang fokus
3. Bagaimanakah
pengaruh besarnya S terhadap besarnya S’?
Pengaruh besarnya S terhadap S’ yaitu
semakin besar jarak benda ke lensa (S) maka semakin kecil nilai (S’) maka,
jarak S berbanding terbalik dengan jarak S’
pada lensa cekung juga demikian semakin besar
nila S maka jarak / nilai S’ semakin kecil akan tetapi dalam percobaan kami
terdapat data yang tidak tepat karena ketinggian api selalu berubah ubah.
4. Apa
sajakah sifat-sifat bayangan yang terjadi pada percobaan ini ?
Lensa cembung :
·
nyata, terbalik dan diperbesar ( benda
ruang 2 )
·
Nyata terbalik diperkecil (benda ruang
3)
·
Maya , tegak diperbesar (benda ruang 1)
Lensa
cekung
·
Selau maya tegak diperkecil (benda
selalu diruang 4)
5. Berapa
jarak focus lensa yang digunakan pada percobaan in ?
·
Lensa cembung = 10, 9.75, 9.54, 9.47,
9.23, 9.29, 8.75, 8.08
·
Lensa cekung = -3.3,
-4.5,-5,-3.84,-4,-2.43,-3.03,-2.63
6. Apa
perbedaan bayangan pada lensa cekung dan cembung
Lensa cembung : bayanganya selalu berada
di belakang lensa
·
Nyata, terbalik dan diperbesar ( benda
ruang 2 )
·
Nyata terbalik diperkecil (benda ruang
3)
·
Maya , tegak diperbesar (benda ruang 1)
Lensa
cekung : bayangan berada di depan lensa
·
Selau maya tegak diperkecil (benda
selalu diruang 4)
7. Jelaskan
yang dimaksud bayangan nyata dan bayangan maya
Benda nyata yaitu bayangan yang
dihasilkan dari perpotongan sinar sinar bias. bayanagn nyata disebut juga
bayangan sejati karena dapat ditangkap dengan layar. pada system lensa bayangan
nyata selalu terbalik dan berada dibelakang lensa
bayangan maya yaitu bayangan yang
diasilkan dari perpotongan perpanjangan sinar sinar bias. bayangan maya disebut
juga bayangan semu krena tidak dapat ditangkap oleh layar pada system lensa
bayangan maya selalu tegak, dan berada didepan lensa.
8. tentukan
sifat bayangan pada lensa cekung
Sifat bayanganya maya, tegak dan
diperkecil dan letak bayanganya selalu di depan lensa
H.
Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakuakan benda
pada lensa cembung bayangaya selalu berada di belakang lensa dan memiliki sifat
bayangan nyata, terbalik diperkecil / nyata tebali diperbesar/ maya tegak
diperkecil. sedangkan bayangan yang dibentuk lensa ckung selalu berada di depan
lensa sehingga memiliki sifat bayangan maya, tegak dan diperkecil
I.
Daftar Pustaka
Muji.2011. Dombo it’s Bima (online). http://episodecintabima.blogdetik.com.
diakses Selasa , 21 Februari 2012
Anonim.2010.aqu
dan fisika (online). http://aqudanfisika.blogspot.com.diakses
Selasa, 21 Februari 2012
Tim Abdi
guru.2006.IPA FISIKA SMP KELAS VIII.Jakarta:Erlangga
Marthen
kanginan.2008.Fisika untuk SMA kelas X.
Jakarta : Erlang
Langganan:
Postingan (Atom)
